gokil
SEJARAH, PENGERTIAN, DAN LINGKUP TEKNIK INDUSTRI
1.1     SEJARAH TEKNIK INDUSTRI    
        Teknik Industri lahir sejak persoalan produksi, sejak manusia harus mewujudkan sesuatu untuk memenuhi keperluan hidupnya. Persoalan produksi muncul pada zaman Pra-Yunani kuno, saat manusia menggunakan batu sebagai peralatanya untuk alat pemotong atau pembelah. Alat-alat yang digunakan mengalami perbaikan secara terus menerus dengan cara coba-coba dan manusia melakukan seleksi alat yang sesuai untuk keperluan kerja. Perbaikan ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pada persoalan produksi dan ini terjadi sampai saat ini. Teknik Industri berakar kuat pada masa revolusi industri (1750).Revolusi Industri di Inggris di anggap sebagai era modern disiplin teknik industri. 

Beberapa penemuan teknologi pada masa revolusi industri antara lain :
 1.Mesin Pintal
 James Hargreaves (1765), 


2.Pengembangan Water Frame
Richard Arkweight (1769),

3.Mesin Uap
  James Watt,

4.Pesawat Telegram
 Samuel Morse,

5.Bola Lampu
 Thomas Alfa Edison (1880).
        
          Di sisi lain berkembang pula konsep-konsep yang ditujukan untuk mencari proses kerja yang efektif dan efisien dari aspek manusia dan metode kerja. Beberapa nama antara lain Adam Smith, Charles Babbage, Henry Towne, Frederick W. Taylor,dll.
  •      Adam Smith mengemukakan konsep perancangan proses produksi untuk meningkatkan efisien si pengguna tenaga-tenaga kerja, yang menekankan pentingnya spesialisasi. Disiplin ini akhirnya berkembang untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli dan terampil dalam hal perencanaan, pengorganisasian, pengoperasian serta pengendalian suatu system produksi yang luas dan kompleks. Kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas merupakan pendorong berdirinya disiplin Teknik Industri.
  •     Charles Babbage mengemukakan perlunya pembagian kerja untuk meningkatkan produktivitas (On Economy of Machinery and Manufacturers 1832). Dengan pengembangan kerja (sesuai dengan spesialisasinya) pekerjaan akan menjadi lebih sederhana, hemat waktu, dan hemat biaya.
  •     Henry Towne mengemukakan pentingnya para insinyur memperhatikan unsur profitabilitas dari keputusan yang diambilnya (The Engineers as Economist). Towne menekankan pada pentingnya ilmu ekonomi untuk para engineer dalam menggambil keputusan.
  •     Frederick W. Taylor dikenal sebagai Bapak Teknik Industri. Taylor sarjana Teknik Mesin dipromosikan menjadi kepala teknik pada pabrik baja di Amerika. Usaha-usahanya pada perusahaan baja membawa pemikiran ‘Scientific Management’.  Di sini bidang engineering harus ikut bertanggung jawab menyanggkut perancangan, pengukuran, perencanaan, penjadualan atau  pengendalian kerja. Selanjutnya melakukan analisis tentang percobaan penyekopan untuk mengangkat biji batu bara dan biji besi. Satu sekop penuh untuk biji batu bara beratnya 3,5 pound, sedangkan satu sekop penuh biji besi beratnya 38 pound. Dari kasus ini, Taylor menyimpulkan bahwa jenis sekop yang sama tidak cocok digunakan untuk semua pekerjaan. Untuk itu Taylor menugaskan dua orang untuk melakukan pekerjaan penyekopan dengan ukuran sekop yang bervariasi dari yang berkapasitas kecil sampai besar. Dan ditemukan skop dengan kapasitas 21,5 pounds merupakan bobot ideal. Hasil penelitian lainya adalah penentuan metode pengaturan kerja yang optimum. Pada penelitian ini Taylor melakukan pemindahan besi gumbal untuk menentukan metode pemindahan, kecepatan, waktu kerja, dan waktu istirahat yang optimal. Sebelum dilakukan penelitian pekerja yang dipilih dilatih terlebih dahulu agar mempunyai keseragaman dalam melakukan pekerjaan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa pekerja sangat dipengaruhi oleh lamanya waktu bekerja, lamanya waktu istirahat, dan frekuensi istirahat. Taylor juga dikenal sebagai pelopor aktivitas yang dikenal dengan pengukuran kerja. Aktivitas ini ditekankan pada penentuan waktu baku dengan menggunakan jam henti bagi seorang pekerja yang melakukan pekerjaan, dan juga penekanan pada peningkatan efisiensi yang di tetapkan pada setiap bagian.

1.2     PENGERTIAN TEKNIK INDUSTRI
    Pengertian Teknik Industri menurut IIE (Institute of Industrial Engineering) adalah “Industrial Engineering is concerned with the design, improvement, and installation of integrated system of people, materials, information, equipment, and energy. It draw upon specialized knowledge and skill in-the mathematical, physical, and social science together with the principles and method of engineering analysis and design to specify, predict and evaluate the result to be obtained from such system”.
    Dapat disimpulkan bahwa Teknik Industri adalah disiplin engineering/teknik bukan science dikerenakan Teknik Industri menangani pekerjaan-pekerjaan perancangan (design), perbaikan (improvement), dan penginstalan (installation) dan juga menangani masalah manusinya. Bidang garapan Teknik Industri adalah system integral yang terdiri dari manusia, material/bahan, informasi, peralatan, dan energi. Dasar keilmuan Teknik Industri lebih multidisiplin bila dibandingkan dengan disiplin teknik lainya karena Teknik Industri tidak hanya bertumpu pada ilmu matematika dan fisika tetapi juga ilmu sosial dan manajemen.
   
Aktivitas-aktivitas yang bisa digarap oleh disiplin Teknik Industri menurut IIE sbb:
  1. Perencanaan dan pemilihan metode-metode kerja yang efektif dan efisien dalam proses produksi.
  2. Pemilihan dan perancangan dari perkakas kerja serta peralatan yang dibutuhkan dalam proses produksi.
  3. Desain fasilitas pabrik, termasuk perencanaan tata letak fasilitas produksi, peralatan pemindahan bahan,   fasilitas untuk penyimpanan bahan baku atau produk jadi.
  4. Desain dan perbaikan sistem perencanaan dan pengendalian untuk distribusi barang/jasa produksi, pengendalian persediaan, pengendalian kualitas, dan reabilitas.
  5. Pengembangan sistem pengendalian ongkos produksi seperti pengendalian budget, analisis biaya dan standar biaya produksi serta penelitain dan pengembangan produk, dll.
1.3    PROGRAM PENDIDIKAN TEKNIK INDUSTRI
    Program studi Teknik Industri pertama kali dibuka di Pennsylvania State Universiyy pada tahun 1908 dengan Prof Diemer sebagai kepala program. Istilah-istilah klasik maupun popular seperti manufaktur, produktivitas, efisiensi, manajemen, factor manusia, time and motion studi, teknik tata cara, konsep ekonomi gerakan dsb mendasari konsep Teknik Industri pada awal pertumbuhanya. Setelah perang dunia II, dengan munculnya riset operasional, managemen bisnis dan computer membawa perspektif dan latar belakang yang berbeda bagi pendidikan teknik industri. Perkembangan lebih lanjut adalah masuknya beberapa disiplin ilmu human factor, statistik, psikologi industri, dan ilmu-ilmu social sebagai background dari program pendidikan teknik industri.
    Pendidikan Teknik Industri di Indonesia mulai diperkenalkan oleh Bapak Matthias Aroef tahun 1958 setelah menyelesaikan studinya di Cornell University. Tahun 1960 ITB membuka sub jurusan Teknik Produksi di jurusan Teknik Mesin. Baru pada tahun 1971 didirikan Jurusan Teknik Industri yang terpisah dengan Teknik Mesin yang mengawali Pendidikan Teknik Industri di Indonesia, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

1.4    ILMU DASAR DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI
        Tiga kritera yang harus dilakukan agar aplikasi dari ilmu teknik industri berhasil adalah kualitas, waktu dan biaya.tujuan teknik industri adalah menjamin bahwa produk atau jasa yang dihasilkan/diproduksi pada kualitas yang tepat, pada waktu yang tepat dan biaya yang tepat pula. ilmu-ilmu yang termasuk dalam analisi dan perancangan oprasi adalah,
  •     Method Engineering mempelajari secara sistematis seluruh operasi langsung dan operasi tidak langsung untuk mendapatkan perbaikan-perbaikan system kerja dengan maksug suatu pekerjaan akan lebih mudah untuk dapat dilakukan dan dilakukan dalam waktu yang lebih pendek. Perancangan dan pengukuran kerja merupakan disiplin ilmu untuk memberikan pengetahuan mengenai prinsip dan prosedur yang harus dilakukan dalam proses kerja yang berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi kerja.  Studi kerja berkaitan dengan pencarian prosedur-prosedur yang harus ditempuh di dalam pelaksanaan kerja. Pengukuran kerja adalah proses penentuan waktu standar yang digunakam dalam melaksanakan sebuah kegiatan kerja dalam kondisi dan tempo yang normal.
  •     Ergonomi (Human Fector) adalah ilmu yang mempelajari tentang keterkaitan antara orang dengan lingkungan kerjanya, terutama dengan hasil rancangan kerja. Ilmu ini muncul akibat banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam proses kerja. Terdapat empat subkatagori utama dari ergonomi yang harus diperhatikan sehubungan dengan kemampuan manusia dalam melakukan kerja, yaitu skeletal/muscular (kerangka/otot), sensory (alat indra manusia), environmental (lingkungan), dan mental.
  •     Perencanaan dan Perancangan Fasilitas meliputi penentuan atau penempatan lokasi fasilitas, susunan tata letak fasilitas, dan seberapa besar fasilitas yang akan ditempatkan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan jumlah biaya minimum dalam penempatan fasilitas tersebut.
  •     Simulasi adalah suatu metodologi untuk melakukan percobaan dengan menggunakan model dari sistem nyata. Simulasi diperlukan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang sulit dilakukan dengan cara analitis, biasanya menggunakan komputer.
  •     Material Handling atau Penanganan Material sebagai perpindahan material dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Prinsip material handlimg terbaik adalah tidak ada material handling. Prinsip ini bertujuan untuk meminimumkan biaya dari perpindahan material tersebut.
  •     Riset Oprasional disiplin ilmu yang berkembang sejak terjadinya perang dunia II dan diaplikasikan pda dunia militer. Biasanya mempelajari masalah-masalah strategi dalam usaha untuk memenangkan perang dengan cara yang paling efektif. Ilmu tersebut berkembang danmenjadi dasar dalam penentuan pola-pola dasar penerbangan yang efisien, pola distribusi barang, dan pola jaringan oprasi-oprasi teknologi elektronik dan telekomunikasi.
  •     Sistem Produksi  adalah suatu aktivitas untuk mengolah atau mengatur penggunaan sumberdaya yang ada dalam proses penciptaan barang atau jasa dengan tujuan dapat memperbaiki tingkat efektivitas dan efisiensi dari proses produksi. Termasuk aktivitas produksi antara lain pemilihan mesin, perancangan peralatan bantu, estimasi biaya, sistem perawatan, dan pengepakan.
  •     Pengawasan Persediaan, persediaan mempunyai fungsi utama untuk mengakomodasikan tingkat aliran yang tidak selalu sama. Adanya fungsi pengawasan persediaan akan menjamin kelancaran jalanya operasi perusahaan.
  •     Pengendalian Kualitas mempunyai pengertian memisahkan produk baik dengan produk jelek, atau melakukan kegiatan membandingkan kualitas produk dengan persyaratan yang telah ditentukan. Digunakan statistik sebagai teknik dalam analisis kualitas, seperti penggunaan peta-peta control.
  •     Manajemen dalam sejarah bangsa Mesir penggunaan fungsi manajemen, seperti fungsi perancangan (planning), pengorganisasian (organizing), dan fungsi pengawasan (controlling).
1.5    HUBUNGAN DISIPLIN TEKNIK INDUSTRI DENGAN DISIPLIN ILMU LAIN
         Disiplin teknik industri tidak dapat dipisahkan dengan disiplin ilmu lain. Konsep teknik industri yang bertujuan untuk mendapatkan efisiensi kerja dalam segala bidang pekerjaan telah nyata-nyata membutuhkan bantuan dari disiplin ilmu lain. Sebaliknya, aplikasi dari disiplin teknik industri itu sendiri meluas ke segala bidang kehidupan tidak hanya di aplikasikan khusus pada industri saja, melainkan semua operasi yang ada pada pemerintahan, perdagangan, jasa pelayanan, dan kemiliteran.

1.6    TANTANGAN TEKNIK INDUSTRI DI MASA DEPAN ???
         Tantangan dimasa depan teknik industri salah satunya adalah bagaimana untuk mengatasi keterbatasan sumber daya karena perkembangan teknologi mau tidak mau akan menghabiskan sumber daya yang terbatas. Sehingga diharapkan profesi teknik industri kedepannya agar mampu mendesain sistem yang mampu mengoptimalkan sumber daya untuk mencukupi kebutuhan manusia.
Label: | edit post
Reaksi: 
0 Responses

Poskan Komentar